Pakaian tradisional terpopuler di dunia

Beberapa pakaian tradisional yang paling populer yang ada di dunia 

Pakaian bukan hanya sekadar kain; pakaian merupakan ekspresi sejarah, budaya, dan tradisi. Pakaian tradisional dari berbagai belahan dunia menawarkan gambaran sekilas tentang nilai-nilai dan identitas berbagai masyarakat. Berikut ini adalah beberapa pakaian tradisional ikonik dari seluruh dunia.

1. Kimono (Jepang)


Kimono adalah jubah panjang berbentuk T dengan lengan lebar dan selempang melingkar yang dikenal sebagai obi. Sering kali terbuat dari sutra mewah, kimono dihiasi dengan pola-pola rumit dan dikenakan pada acara-acara khusus seperti pernikahan, upacara minum teh, dan festival. Desain kimono bervariasi menurut musim, usia, dan jenis kelamin pemakainya

2. Sari (India)


Sari adalah pakaian cantik dan serbaguna yang terdiri dari sehelai kain panjang, biasanya sepanjang 5 hingga 9 yard, yang dililitkan dengan elegan di sekujur tubuh. Sari disampirkan di bahu dan dikenakan dengan blus dan rok dalam. Sari terbuat dari berbagai kain dan hadir dalam berbagai desain, sehingga cocok untuk dikenakan sehari-hari dan acara-acara khusus di India, Bangladesh, dan Nepal.

3. Hanbok (Korea)


Para penggemar drakor mungkin sudah mengenal hanbok. Hanbok adalah pakaian tradisional Korea, yang ditandai dengan warna-warna cerah dan garis-garis sederhana. Pakaian ini biasanya terdiri dari jaket (jeogori) dan rok berpinggang tinggi (chima) untuk wanita, atau celana longgar (baji) untuk pria. Hanbok dikenakan selama festival, hari libur, pernikahan, pemakaman dan upacara khusus, yang melambangkan keanggunan dan keelokan budaya Korea. 

4. Dirndl (Jerman/Austria)


Dirndl adalah pakaian tradisional dari daerah pegunungan Alpen di Jerman dan Austria. Pakaian ini terdiri dari korset, blus, rok panjang, dan celemek. Awalnya dikenakan oleh para petani, dirndl telah menjadi simbol budaya Bavaria dan paling sering terlihat selama Oktoberfest yang terkenal.

5. Kilt (Skotlandia)


Kilt, rok selutut yang terbuat dari kain tartan wol, secara tradisional dikenakan oleh pria di Skotlandia. Setiap pola kilt, atau tartan, mewakili klan tertentu. Meskipun kilt kini sebagian besar dikenakan untuk acara dan upacara resmi, kilt tetap menjadi simbol warisan Skotlandia yang membanggakan.

6. Dashiki (Afrika Barat)


Dashiki adalah pakaian longgar berwarna-warni yang dikenakan terutama di negara-negara Afrika Barat seperti Nigeria dan Ghana. Pakaian ini secara tradisional terbuat dari katun dan dihiasi dengan pola-pola yang cerah. Dashiki dikenakan oleh pria dan wanita, terutama selama perayaan, dan telah menjadi simbol kebanggaan dan identitas Afrika.

7. Cheongsam/Qipao (Tiongkok)


Cheongsam, atau Qipao, adalah gaun berleher tinggi dan pas di badan yang dikenakan oleh wanita Tiongkok, terutama pada acara-acara resmi. Gaun ini biasanya terbuat dari sutra dan memiliki sulaman yang rumit. Sejarahnya bermula pada Dinasti Qing, dan telah menjadi simbol keanggunan dalam mode Tiongkok modern.

8. Poncho (Amerika Selatan)


Ponco adalah pakaian sederhana tanpa lengan dengan lubang di bagian tengah untuk kepala, yang secara tradisional dikenakan oleh penduduk asli wilayah Andes di Amerika Selatan. Terbuat dari wol atau kain hangat lainnya, ponco praktis untuk iklim pegunungan yang dingin dan sering dihiasi dengan pola geometris yang melambangkan komunitas atau suku pemakainya.

9. Bunad (Norwegia)


Bunad adalah pakaian tradisional Norwegia yang dikenakan pada hari libur nasional dan upacara penting seperti pernikahan dan pembaptisan. Setiap daerah di Norwegia memiliki desain Bunad yang khas, yang mencerminkan tradisi dan keterampilan setempat. Terbuat dari bahan berkualitas, bunad sering diwariskan dari generasi ke generasi sebagai pusaka keluarga.

10. Abaya (Timur Tengah)


Abaya adalah jubah hitam panjang dan berkibar yang dikenakan oleh wanita di banyak negara Timur Tengah. Abaya dipasangkan dengan jilbab, dan dikenakan sesuai dengan adat kesopanan Islam. Meskipun secara tradisional sederhana, abaya modern dapat menampilkan sulaman dan hiasan yang rumit, yang menggabungkan tradisi dengan mode kontemporer.

11. Ào dai ( Vietnam)


merupakan perpaduan gaun sutra dengan celana longgar yang berasal dari Vietnam. Model Áo dài yang punya belahan dari pinggang ke bawah ini dikenakan oleh masyarakat Vietnam bagian selatan. Seringnya, wanita juga mengenakan topi yang disebut Non La.

12. Baro't (Filipina )


Pakaian khas Filipina adalah baro’t saya. Ciri khasnya adalah aksen di bagian bahu yang disebut pañuelo. Para wanita Filipina juga kerap mengenakan gaun María Clara, gaun versi aristokrat dari baro’t saya.

13. Chut Thai (Thailand)


Pakaian tradisional Thailand ini bernama chut thai. Untuk wanita, chut thai terdiri dari pha nung atau gaun dan pha biang, kain yang menyerupai syal dan menutupi dada. Wanita juga bisa mengenakan blus dan bawahan bernama pha chung hang.

14. Sampot ( Kamboja)


Kalau Thailand punya pha biang, Kamboja punya sampot. Sampot adalah kain panjang beraneka warna yang dikenakan di sekitar tubuh bagian bawah dan diikat di perut dengan. Di bagian atas tubuh, biasanya wanita Kamboja juga mengenakan Chang Pong.

15. Sinh (Laos)


Sinh adalah rok sutra panjnag yang berasal dari Laos. Selain terdiri dari blus suae pat dan pha biang, para wanita Laos biasanya menggulung rambut dan mengenakan aksesoris saat mengikuti acara penting.

16. Kebaya (Indonesia)

Pakaian tradisional wanita yang biasanya terdiri dari atasan berbahan tipis dengan potongan panjang dan dipadukan dengan kain batik atau songket sebagai bawahan. Modelnya memang terlihat sederhana, tapi detail seperti bordir dan payet yang ada di kebaya membuatnya terlihat sangat elegan. Kebaya juga punya filosofi tersendiri, terutama terkait dengan keanggunan dan kelembutan wanita Indonesia.

Ragam Kebaya khas Indonesia :

1. Kebaya Jawa


memiliki potongan yang lebih panjang dan kaku dibandingkan jenis lainnya. Kebaya ini biasanya berbahan beludru dengan warna-warna gelap seperti hitam atau merah tua. Kebaya Jawa sering dipakai dalam acara adat atau pernikahan dengan konsep tradisional.

2. Kebaya Bali


Kebaya ini punya ciri khas berupa warna cerah dan kain korset yang membentuk tubuh. Biasanya dipadukan dengan kain songket atau kamen khas Bali.

3. Kebaya encim 


berasal dari Betawi,Ciri khasnya adalah kerah berbentuk V yang dihiasi bordir motif bunga dengan warna kontras yang mencolok. Model kebaya encim yang sederhana dengan kerah tinggi memberikan kesan manis dan feminin. 
Nah dari beberapa baju tradisional yang udah aku sebutin diatas, coba dong kasih tau aku baju tradisional di daerah kalian seperti apa si? Tulis di kolom komentar yaa

Komentar